Congratulations !! New President of ARUP

Congratulations !! New President of ARUP

Fakultas Psikologi Soegijapranata Catholic University dengan bangga mengucapkan selamat kepada Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog yang terpilih sebagai President of the ASEAN Regional Union of Psychological Societies (ARUPS) periode 2025–2027 🎉👏

Sebuah pencapaian luar biasa yang membanggakan Indonesia di kancah psikologi internasional. ✨

Semoga kepemimpinan beliau membawa kontribusi besar bagi perkembangan ilmu dan praktik psikologi di kawasan ASEAN.

#PsychologySCU #Nyenengke #HoiAristoi

Pengukuhan Guru Besar

Selamat atas Pengukuhan Guru Besar Prof. DR. Christin Wibhowo, M.Si., Psikolog

Pengukuhan Guru Besar

Selamat atas Pengukuhan Guru Besar Prof. DR. Christin Wibhowo, M.Si., Psikolog

Keluarga besar Fakultas Psikologi SCU mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar kepada Prof. DR. Christin Wibhowo, M.Si., Psikolog. 

” Kuntum prestasi, mekar menginspirasi “. 
Seperti kembang yang mekar, semoga ilmu dan karya beliau senantiasa memberi warna dan kehidupan. #Nyenengke #HoiAristoi

Fakultas Psikologi SCU Bersinergi dengan BNN: Membangun Generasi Bebas dari Narkoba

Fakultas Psikologi SCU Bersinergi dengan BNN: Membangun Generasi Bebas dari Narkoba

Fakultas Psikologi Soegijapranata Catholic University kembali menunjukkan komitmen dalam membekali mahasiswa guna meningkatkan kesadaran sosial tinggi terhadap isu-isu krusial di masyarakat. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah mengundang Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., untuk memberikan pembekalan pada Center of Addiction Studies (CAS) Fakultas Psikologi SCU.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini merupakan program dari Center of Addiction Studies (CAS), sebuah pusat studi di bawah Laboratorium Psikologi SCU yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang pencegahan serta rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Data menunjukkan 84,49% penyalahgunaan narkoba berasal dari orang terdekat seperti teman atau pasangan pelaku dikemukakan oleh Brigjen Agus Rohmat melalui sesi pembekalan. Fakta ini semakin menguatkan urgensi peran aktif mahasiswa dan akademisi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Beliau juga menegaskan bahwa pola hidup sehat merupakan benteng utama dalam melawan penyalahgunaan narkoba melalui sesi pembekalan.

Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara datang dari berbagai pihak, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU, Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si., yang menekankan bahwa adiksi adalah persoalan yang memerlukan perhatian dari seluruh elemen masyarakat. “Mari kita semua berkontribusi bagi masyarakat. Adiksi harus menjadi perhatian bersama demi menciptakan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Psikologi SCU, Dr. Kristiyana Haryanti, M.Si., menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari langkah strategis fakultas untuk membekali mahasiswa agar siap dan mampu berperan aktif di masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya mendapat pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi tantangan nyata di bidang penanganan adiksi. 

 

Antusiasme mahasiswa dalam mengikuti sesi diskusi juga menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap isi narkoba. Berbagai pertanyaan diajukan terkait strategi penanganan adiksi serta kebijakan BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Dengan semangat “BERSINAR” (Bersih dari Narkoba) seperti yang diungkapkan oleh Brigjen Agus Rohmat, Fakultas Psikologi Soegijapranata Catholic University berkomitmen dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. 

 

Melalui pembekalan ini, Fakultas Psikologi SCU tidak hanya membuktikan eksistensinya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari narkoba.



(Vivian Cristine)

Sejarah dan Arah Pengembangan Asosiasi Neuropsikologi Indonesia

Sejarah dan Arah Pengembangan Asosiasi Neuropsikologi Indonesia

Rasa keingintahuan jika bertemu dengan semangat akan membuahkan hasil yang tak terhitung nilainya. Layaknya seorang anak yang dilahirkan dan dibesarkan oleh ibunya – muncul Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) yang lahir dari rahim berbagai aktivitas tim di Laboratorium Neuropsikologi SCU.

Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) didirikan sebagai wadah bagi para penggiat ilmu neuropsikologi untuk saling mendukung dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi di bidang ini. Istilah ANI pertama kali dikemukakan oleh Dr. Margaretha Sih Setija Utami, M.Kes –yaitu asosiasi di bawah HIMPSI, yang lahir dari rahim berbagai aktivitas tim di Laboratorium Neuropsikologi SCU. 

Tujuan awal ANI mencakup pengembangan kurikulum neuropsikologi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya neuropsikologi. Sasaran anggota ANI meliputi akademisi dan praktisi di bidang psikologi, termasuk mahasiswa dan psikolog praktik.

Sejak tahun 2016, ANI telah menjalin kerjasama internasional dengan institusi seperti Radboud University dan University of Amsterdam, yang berkontribusi pada adaptasi berbagai tes neuropsikologi untuk konteks lokal. Di antara tes yang diadaptasi adalah Indonesian Boston Naming Test (I-BNT) dan Rey Auditory Verbal Learning Test.

Pelantikan pengurus pusat ANI berlangsung pada 14 Maret 2025, dipimpin oleh Dr. Augustina Sulastri, Psikolog,  menandai langkah penting dalam pengembangan asosiasi ini. Dalam rencana pengembangan 2024-2028, ANI akan fokus pada peningkatan jejaring institusi, layanan profesi, dan pemantapan ruang layanan profesional. Berbagai kegiatan dan aktivitas telah disiapkan untuk mendukung perkembangan anggota ANI. Berikut adalah beberapa pengurus ANI yang merupakan dosen dan tendik dari Fakultas Psikologi SCU.

  • Dr. Augustina Sulastri, S.Psi., Psi (Ketua Umum)
  • Dr. Margaretha Sih Setija Utami, M.Kes. (Ketua Bidang Pengembangan Alat Tes)
  • CVR. Abimanyu, S.Psi., M.Psi. (Ketua Bidang Kerjasama Instituti)
  • Dra. Emiliana Primastuti, M.Si, Psikolog (Bendahara Umum)
  • Martina Nur Frida Ayu Utami, M.Psi., Psikolog (Wakil Bendahara Umum)
  • Daniswara Agusta Wijaya, M.Psi., Psikolog (Anggota Bidang Keanggotaan dan Humas)
  • Drs. Haryo Goeritno, M.Si., Psikolog (Anggota Bidang Pengembangan Kurikulum)

Dengan semangat kolaborasi, ANI berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi ANI melalui email di asosiasineuropsikologi@himpsi.or.id 

written by: Septevia Evangelyn Ruchie

Semarang, 20 Maret 2025

Declaration of Intent kerja sama American Psychology Association (APA) ​

Declaration of Intent kerja sama American Psychology Association (APA)

Dr. Kristiana Haryanti, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi SCU, bersama dengan 34 Dekan dari berbagai Universitas di Indonesia telah menandatangani Declaration of Intent kerja sama American Psychology Association (APA) berdasar hasil inisiasi Pengurus Pusat HIMPSI pada forum International Leadership Seminar di Jakarta, 22 Januari 2025. Kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, keilmuan/penelitian, dan kebijakan psikologi.

Sementara itu, Dr. Augustina Sulastri, S.Psi., Psi., Wakil Dekan Akademik Riset dan Kerjasama Fakultas Psikologi SCU, ditugaskan oleh PP HIMPSI untuk menjadi salah satu negosiator perwakilan universitas-universitas terkait isi MoU dan MoA, pada forum tersebut.

WhatsApp Image 2025-01-24 at 3.22.53 AM

Unika Soegijapranata Semarang Mendapat Guru Besar Psikologi Baru

Unika Soegijapranata Semarang Mendapat Guru Besar Psikologi Baru

 

Unika Soegijapranata Semarang merayakan penyerahan SK Guru Besar kepada Prof. Dr. Dra. Endang Widyorini, MS dalam bidang Psikologi. SK tersebut diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Dr. Bhimo Widyo Andoko, di Gedung Mikael, Kampus 1 Unika.

Prof. Endang telah berkontribusi di Unika sejak 1987, mengajar di Program Sarjana dan Magister Psikologi. Selain perannya sebagai pengajar, beliau aktif dalam organisasi psikologi nasional, berperan dalam pengembangan kebijakan dan penelitian psikologi di Indonesia.

Sebagai akademisi, Prof. Endang Widyorini telah menerbitkan banyak penelitian di jurnal-jurnal terkemuka, yang mencakup berbagai topik penting dalam psikologi. Penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata pada masyarakat.

Persiapkan Lulusan, Psikologi SCU Gandeng FKPA dan PT Dragon

Persiapkan Lulusan, Psikologi SCU Gandeng FKPA dan PT Dragon

Menerima angkatannya pertamanya pada 2023 lalu, Program Profesi Psikologi Soegijapranata Catholic University (SCU) terus menggenjot peluang kolaborasi. Menggandeng banyak pelaku industri serta institusi pendidikan, Program Profesi Psikologi SCU berupaya untuk memberikan fasilitas tempat magang kepada mahasiswanya.

Perjanjian Kerja Sama FPsi SCU

Komitmen tersebut diwujudkan dalam kerja sama Fakultas Psikologi (FPsi) SCU dengan PT Dragon Prima Farma dan Forum Komunikasi Panti Asuhan (FKPA).

Kolaborasi tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangi Dekan FPsi SCU, Dr. Kristiana Haryanti bersama Direktur PT Dragon Prima Farma, Anton Handoyo yang diwakilkan Ganish Pramettasari, SPsi.

Dr. Kristiana juga menandatangani PKS serupa bersama Ketua Forum Komunikasi Panti Asuhan (FKPA), Br. Heribertus Irianto Mulyono, FIC. Kedua PKS tersebut ditandatangi bersamaan di Gedung Antonius, Kampus 1 SCU Bendan pada Senin, 1 Juli 2024.

Praktik Kerja Psikologi Profesi (PKPP)

Kerja sama ini nantinya berfokus pada kedua institusi yang memberikan wadah bagi mahasiswa Praktik Kerja Psikologi Profesi (PKPP). Mereka adalah mahasiswa Program Profesi Psikologi dan Magister Psikologi (MAPsi) FPsi SCU. Bukan hanya mahasiswa program pascasarjana, program pemagangan di kedua institusi tersebut juga terbuka bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan sarjana.

Nantinya, mahasiswa tersebut akan melakukan praktik kerja lapangan atau industri di kedua institusi. Adapun mahasiswa program sarjana bisa melakukan praktik kerja di sana minimal selama 150 jam.

Bagi mahasiswa Program Profesi Psikologi, mereka akan mengikuti program praktik kerja tersebut setidaknya selama 7 minggu. Adapun bagi mahasiswa Program Magister Psikologi (MAPsi) akan melakukan praktik kerja dengan waktu efektif selama 6 bulan.

Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Di samping program magang, baik PT Dragon Prima Farma maupun FKPA juga membuka kesempatan kepada FPsi SCU untuk mengadakan penelitian di tempatnya. Selain itu, FPsi SCU juga akan menggagas program pengabdian masyarakat di kedua institusi tersebut. Bukan hanya dosen, kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini nantinya juga akan melibatkan mahasiswa FPsi SCU.

FPsi SCU Berikan Dampingan Psikologi Guru dan Siswa Sekolah

FPsi SCU Berikan Dampingan Psikologi Guru dan Siswa Sekolah

Fakultas Psikologi (FPsi) Soegijapranata Catholic University (SCU) sedang gencar dalam mendorong pendampingan kepada guru dan siswa sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggandeng PKBM EduHouse dan Sekolah Permata Bangsa.

Kedua sekolah tersebut telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Dekan FPsi SCU, Dr. Kristiana Haryanti. Dr. Kristiana menadantangani PKS tersebut bersama Manajer Sekolah Permata Bangsa, Arditya Dian Andika, MSi, Akt dan Kepala PKBM EduHouse, Siti Azariah Linggayani Soentoro, MPd. Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Gedung Antonius, Kampus 1 SCU Bendan pada Rabu, 19 Juni 2024.

Nantinya, kedua sekolah akan membuka lapangan kepada FPsi SCU untuk melakukan praktik psikologi dalam berbagai bentuk. Praktiknya sendiri akan dilakukan pada jenjang pra-sekolah hingga pendidikan menengah.

Praktik ini pun salah satunya berwujud program pemagangan yang dibuka untuk mahasiswa FPsi SCU. Melalui program magang, FPsi SCU akan mengirimkan mahasiswanya untuk memberikan pendampingan psikologi kepada para siswa di kedua sekolah. Pendampingan tersebut khususnya untuk mendorong pengembangan pribadi siswa di sana.

Bukan hanya program magang, para dosen FPsi SCU nantinya juga akan memberikan pendampingan psikologi di sana. Hal tersebut diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat yang berfokus pada psikologi pendidikan dasar dan menengah.

Salah satunya yakni dengan mengadakan berbagai pelatihan guna mendukung kompetensi para guru dan konselor. Selain itu, kegiatan lainnya yang bermanfaatan untuk mengatasi masalah psikologi akan turut serta dilakukan di kedua sekolah. Adapun beberapa di antaranya seminar hingga pemberian rekomendasi terhadap kasus psikologi.

Bersamaan dengan itu, program penelitian juga akan dilakukan dosen FPsi SCU khususnya yang berkaitan dengan masalah belajar dan perkembangan siswa di sana. Agenda kerja sama pun nantinya juga akan mengundang keterlibatan mahasiswa.

“Teman-teman dari sekolah jika membutuhkan bantuan terkait psikolog, kami bisa kirimkan dosen atau mahasiswa. Pelatihan atau training seperti outbound atau sejenisnya bisa mahasiswa kami yang terlatih untuk mendampingi,” ujar Dr. Kristiana.